Kita
tidak sadar bahwa perkembangan IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Sains)
terjadi dengan cepat. Perkembangan IPTEKS tidak hanya terjadi di dunia
industri, ekonomi, politik, lingkungan, akan tetapi juga telah merambah ke
dunia pendidikan. Perkembangan IPTEKS yang ridiiringi dengan rasa tanggung jawab
yang tinggi akan membawa kemanfaatan bagi semua orang yang menggunakan
teknologi tersebut. Dampak negatif pun dapat dikurangi dengan adanya sikap
kehati-hatian dan rasa tanggung jawab yang tinggi. IPTEKS telah memberikan
perubahan yang masif bagi sendi-sendi kehidupan manusia. Banyak manfaat yang
dapat diambil dari perkembangan IPTEKS, salah satunya yakni dalam dunia
pendidikan.
Peran
IPTEKS dalam dunia pendidikan diantaranya dapat memudahkan guru untuk mengakses
sumber belajar melalui internet. Meskipun begitu, hadirnya teknologi mutakhir
dalam dunia pendidikan dirasa masih sangat minim ditemukan terutama di
Indonesia. Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tapi
untuk informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contohnya
mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat
permainan puzzle geser angka. Berbagai kendala muncul seperti akses sekolah
yang masih sulit, infrasturktur kurang maksimal, dan masalah-masalah lain.
Salah satu teknologi mutakhir yang dapat diterapkan pada dunia pendidikan yakni
teknologi artificial intelligence atau sering disebut sebagai kecerdasan
buatan. AI (Artificial Intelligence) merupakan teknologi yang dapat
digunakan manusia sebagai asisten bergerak layaknya robot namun keberadaannya
berupa tampilan virtual dalam suatu sistem komputer. Berikutnya kita
akan memahami lebih lanjut mengenai AI (Artificial Intelligence).
AI (Artificial Intelligence).
Secara
keseluruhan memang pembahasan mengenai AI cukuplah luas dan beragam karena
unsur yang membangun sebuah teknologi AI tidak lah dikaji menggunakan satu
sudut pandang, namun dari berbagai sudut pandang. Dapat diambil contoh misalnya
di suatu kota akan diterapkan teknologi AI yang berfungsi untuk menyiram
tanaman di alun-alun dan daerah sekitarnya. Apabila ditinjau dari sudut pandang
sains komputer ini sangat inovatif, namun apabila dibenturkan dengan unsur
sosiologi dan ekonomi, hadirnya teknologi AI akan
menyebabkan
banyak pengangguran karena peran petugas kebersihan semakin berkurang.
Russel
dan Norvig (2010, p. 2), membagi pengertian AI ke dalam empat kategori. Yakni:
- Thinking humanly, menyatakan bahwa teknologi AI merefleksikan pemikiran manusia dalam kegiatan-kegiatan sehari-hari seperti memecahkan masalah, pengambilan keputusan, dan tindakan lain.
- Acting humanly yang berarti bahwa AI adalah suatu mesin yang mampu menampilkan kegunaan dengan melibatkan kemampuan intelijen pada saat ditampilkan oleh manusia, serta mampu berbuat sesuatu saat ini yang memiliki kualitas lebih baik dari manusia.
- Thinking rationally yang berarti bahwa AI mampu mengkoordinasikan kemampuan-kemampuan mental melalui komputasi model.
- Acting rationally menunjukkan bahwa AI dirancang untuk menciptakan agen yang cerdas melalui penciptaan menggunakan sistem yang canggih.
Menurut Rich,dkk dalam bukunya Artificial Intelegence ntelegence buatan adalah studi tentang bagaimana membuat komputer dari hal-hal yang, pada saat ini, orang-orang menjadi lebih baik. Definisi ini, tentu saja, agak singkat karena rujukannya pada keadaan saat ini dari ilmu komputer. Upaya awal lain ke dalam AI difokuskan pada pemecahan masalah yang kita lakukan setiap hari ketika kita memutuskan bagaimana bekerja di pagi hari, sering disebut akal sehat. Ini termasuk penalaran tentang objek phsycal dan hubungan mereka satu sama lain (misalnya sebuah objek hanya dapat berada di satu tempat pada satu waktu), serta penalaran tentang tindakan dan konsekuensinya.
Sedangkan menurut H. A. Simon [1987] kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas. Dalam Encyclopedia Britannica diterangkan bahwa Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan.
Berdasarkan beberapa pendapat dari ahli-ahli tersebut, maka dapat ditarik sintesis bahwa teknologi AI merupakan teknologi yang menciptakan sebuah sistem dan memungkinkan komputer sebagai salah satu mediumnya dalam rangka melakukan proses interaksi dan memudahkan manusia dalam menjalankan kegiatan sehari-hari. Pengembangan AI dilakukan untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah,masalah yang biasa diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misalnya pengolahan citra,perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer serta Untuk meningkatkan pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja.
Winston dan Prendergast [1984] mengungkapkan ada tiga tujuan dari kecerdasan buatan antara lain :
Winston
dan Prendergast [1984] mengungkapkan ada
tiga tujuan dari kecerdasan buatan antara lain :
- Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama)
- Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah)
- Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial)
Ada dua arah pengembangan AI, antara lain :
- Mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah AI tanpa mengikuti cara manusia menyelesaikannya (sistem pakar / expert sistem)
- Mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah AI melalui pemodelan cara berpikirnya manusia, atau cara bekerjanya otak manusia (neural networks).
Dalam kecerdasan buatan ada empat hal yang diperlukan untuk membangun sistem atau
memecahkan masalah tertentu :
- Definisikan masalah dengan jelas Analisis masalah
- Kumpulkan dan representasikan knowledge (pengetahuan)
- Pilih teknik pemecah masalah terbaik dan gunakan untuk masalah tertentu
Menurut Kaplan, diutarakan oleh Turban, McLean dan Wetherbe tahun 1999, pada halam 478, AI atau Artificial Intelligence mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan kecerdasan alami (Kecerdaran Manusia).
Kelebihan Kecerdasan Buatan yaitu :
- Kecerdasan buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa. Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program tidak mengubahnya.
- Kecerdasan buatan lebih mudah diduplikasi dan disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari satu orang ke orang lain butuh proses dan waktu lama. Disamping itu suatu keahlian tidak akan pernah bisa diduplikasi secara lengkap. Sedangkan jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, pengetahuan tersebuat dapat ditransfer atau disalin dengan mudah dan cepat dari satu komputer ke komputer lain
- Kecerdasan buatan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
- Kecerdasan buatan bersifat konsisten. Hal ini disebabkan karena kecerdasan busatan adalah bagian dari teknologi komputer. Sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
- Kecerdasan buatan dapat didokumentasikan. Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasikan dengan mudah dengan melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
- Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih cepat dibanding dengan kecerdasan alami
- Kecerdasan buatan dapat mengerjakan pekerjaan lebih baik dibanding dengan kecerdasan alami.
Keuntungan kecerdasan alami
- Kreatif. Kemampuan untuk menambah ataupun memenuhi pengetahuan itu sangat melekat pada jiwa manusia. Pada kecerdasan buatan, untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun
- Kecerdasan alami memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik
- Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas.
Untuk menciptakan aplikasi kecerdasan buatan ada 2 bagian utama yang sangat dibutuhkan , yaitu :
- Basis pengetahuan (knowledge base). Basis pengetahuan berisi fakta-fakta,teori,pemikiran dan ubungan antara satu dengan yang lain
- Motor inferensi ( Inference engine). Motor inferensi merupakan kemampuan menraik kesimpulan berdasarkan pengalaman.Atau dapat juga disebut penalaranuo
Untuk merealisasikan manfaat penuh AI, semua pihak perlu bekerja sama untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dan menciptakan sistem yang dapat dipercaya oleh masyarakat.
Microsoft telah menyusun enam prinsip yang dipercaya dalam menjadi jantung pengembangan dan penyebaran solusi yang didukung oleh AI:
- Privasi dan keamanan: Seperti teknologi awan. lainnya, sistem AI harus mematuhi undang-undang privasi yang mengatur tentang pengumpulan, penggunaan dan penyimpanan data, dan memastikan bahwa informasi pribadi yang digunakan sesuai dengan standar privasi dan dilindungi dari penyalahgunaan atau pencurian.
- Transparansi: Karena AI semakin memengaruhi kehidupan setiap orang, kita harus memberikan informasi kontekstual tentang bagaimana sistem AI beroperasi sehingga masyarakat dapat memahami bagaimana keputusan dibuat dan lebih mudah dalam mengidentifikasi potensi bias, kesalahan, dan hasil yang tidak diinginkan.
- Keadilan: Ketika sistem AI membuat keputusan tentang perawatan medis atau pekerjaan, misalnya, mereka harus membuat rekomendasi yang sama untuk semua orang dengan gejala atau kualifikasi serupa. Untuk memastikan keadilan, kita harus memahami bagaimana bias dapat mempengaruhi sistem AI.
- Keandalan: Sistem AI harus dirancang untuk dapat beroperasi dalam parameter yang jelas dan menjalani pengujian yang ketat untuk memastikan bahwa mereka merespon dengan aman dalam situasi yang tidak terduga, dan tidak berevolusi dengan cara yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Masyarakat harus memainkan peran penting dalam membuat keputusan tentang bagaimana dan kapan sistem AI harus dikerahkan.
- Inklusivitas: Solusi AI harus dapat mengatasi berbagai kebutuhan dan pengalaman manusia melalui praktik desain yang inklusif dalam mengantisipasi hambatan potensial dalam produk atau lingkungan yang dapat secara tidak sengaja mengucilkan seseorang.
- Akuntabilitas: Orang yang mendesain dan memasang sistem AI harus bertanggung jawab bagaimana sistem mereka beroperasi. Norma akuntabilitas untuk AI harus memanfaatkan pengalaman dan praktik dari sektor lain, contohnya seperti privasi dalam perawatan kesehatan. Akuntabilitas juga harus dipatuhi selama proses mendesain sistem dan secara terus-menerus saat sistem beroperasi di dunia.
Kecerdasan buatan merupakan bidang ilmu komputer yang
sangat penting di era kini dan masa yang akan datang untuk mewujudkan sistem
komputer yang cerdas. Bidang ini telah berkembang sangat pesat di 20
tahun terakhir seiring dengan kebutuhan perangkat cerdas pada industry dan
rumah tangga.
Kata “intelligence” berasal dari bahasa Latin
“intelligo” yang berarti “saya paham”. Berarti dasar dari intelligence
ialah kemampuan untuk memahami dan melakukan aksi. Sebenarnya, area
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) atau disingkat dengan AI,
bermula dari kemunculan komputer sekitar th 1940-an, meskipun sejarah
perkembangannya dapat dilacak sejak zaman Mesir kuno. Pada masa ini, perhatian
difokuskan pada kemampuan komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dilakukan
oleh manusia. Dalam hal ini, komputer tersebut dapat meniru kemampuan
kecerdasan dan perilaku manusia.
Pada awal abad 17, René Descartes
mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin
yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama
pada 1642. Pada 19, Charles Babbage
dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat
diprogram. Bertrand Russell dan Alfred North
Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang
merombak logika formal. Warren
McCulloch dan Walter
Pitts menerbitkan "Kalkulus
Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas" pada 1943 yang meletakkan
pondasi untuk jaringan syaraf.
Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI.
Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti
Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis
oleh Christopher Strachey dan
program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich
Prinz. John McCarthy membuat istilah
"kecerdasan buatan " pada konferensi pertama yang disediakan untuk
pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing
memperkenalkan "Turing test" sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test
perilaku cerdas. Joseph
Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot
yang menerapkan psikoterapi Rogerian.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel
Moses mendemonstrasikan kekuatan
pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama
kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky
dan Seymour
Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf
sederhana dan Alain
Colmerauer mengembangkan bahasa
komputer Prolog. Ted
Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan
sistem berbasis aturan untuk
representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala
disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans
Moravec mengembangkan kendaraan
terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara
mandiri.
Pada tahun 1980-an, jaringan syaraf digunakan secara
meluas dengan algoritma perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul
John Werbos pada 1974. Tahun 1990-an
ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai
macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue,
sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov
dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui
penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah
mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada
pemerintah AS. Tantangan Hebat DARPA, yang dimulai pada 2004 dan
berlanjut hingga hari ini, adalah sebuah pacuan untuk hadiah $2 juta di mana
kendaraan dikemudikan sendiri tanpa komunikasi dengan manusia, menggunakan GPS, komputer dan susunan sensor yang canggih,
melintasi beberapa ratus mil daerah gurun yang menantang.
Saat ini, hampir semua perangkat komputer dan
perangkat elektronika canggih menerapkan kecerdasan buatan untuk membuat sistem
lebih handal. Di masa yang akan datang, diperkirakan semua perangkat
elektronika dan komputer menjadi jauh lebih cerdas karena telah
ditanamkan berbagai metode kecerdasan buatan.
AI dalam Pembelajaran Matematika
Dalam
pendidikan AI sangat berperan dalam menyampaikan segala informasi dan
pengalaman belajar yang akan membuat proses belajar mengajar menjadi efektif. Dengan menggunakan
media-media pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan prinsip-prinsip
dan teknik-teknik AI,pembelajar/learner dapat belajar tanpa harus berhadapan
langsung dengan guru, dan informasi dalam media pendidikan tentunya akan lebih
mempermudah dan meringankan tugas guru/pendidik dalam mentransformasikan ilmu
dan pengalaman belajar yang bertindak
sebagai partner bagi pelajar dalam
mempelajari suatu bidang.
Apabila
kita meninjau perkembangan AI dan pemanfaatannya di luar negeri, tentu kita
akan tercengang setelah melihatnya. Fasilitas dan sarana yang mencukupi
menjadikan beberapa negara eropa dan amerika telah memulai riset mengenai AI
untuk diterapkan di berbagai sektor mulai dari pendidikan, ekonomi, maupun
bidang pertahanan negara. Negara yang cukup sering melakukan riset tentang AI
ini adalah Amerika Serikat dan China. Beberapa prosiding menyajikan pemanfaatan
AI di dunia pendidikan dengan melibatkan berbagai jenjang pendidikan dari
sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pemanfaatan yang terlihat antara lain
seperti AI sebagai asisten digital dalam menampilkan tutorial pembelajaran, sebagai
sistem dalam mengevaluasi siswa, sebagai sistem dalam layanan obrolan siswa,
serta contoh-contoh lainnya.
Ekspansi
implementasi teknologi AI di Indonesia masih jarang ditemui. Masalah yang kompleks
pada dunia pendidikan di Indonesia adalah salah satu penyebab mengapa teknologi
ini sulit diadopsi di negara kita, meskipun sebenarnya teknologi ini telah lama
ditemukan dan berkembangan luas di luar negeri. Harapannya adalah hadirnya teknologi ini akan
memudahkan siswa, guru, orang tua, serta pihak-pihak terkait untuk melakukan monitoring
dan upaya peningkatan dalam rangka menciptakan pembelajaran yang berkualitas
yang nantinya akan melahirkan generasi-generasi muda yang unggul. Dalam
pembelajaran matematika juga sudah
berkembang dalam penerapan AI, salah satunya dengan menggunakan aplikasi photo math.
Aplikasi PhotoMath ini dikembangkan oleh MicroBlink yang
merupakan developer asal dari Kroasia. Aplikasi yang sebenarnya telah
dikembangkan sejak tahun 2011 ini mempunyai teknologi pembaca teks yang canggih
untuk memindai soal-soal matematika yang diunggah penggunanya. PhotoMath
sendiri sampai saat ini telah mampu mendeteksi dan menyelesaikan soal-soal
matematika seperti topik desimal, pecahan, aritmatika, akar, dan persamaan
liner sederhana. Kemampuan PhotoMath untuk memecahkan soal matematika ini
memang tak lepas dari teknologi yang dimilikinya seperti pengenalan karakter
untuk membaca soal matematika.
Untuk
menjalankan aplikasi PhotoMath ini caranya cukup mudah dan sederhana. Pengguna
cukup menyiapkan soal dan mengarahkan kamera smartphone miliknya ke soal
matematika tersebut berdasarkan frame yang telah disediakan. Untuk soal yang
panjang, pengguna harus menyesuaikannya dengan ukuran frame dari PhotoMath. Setelah soal
difoto, soal akan dipindai dalam beberapa saat. Tak lama setelah itu Anda akan
segera memperoleh jawaban dari soal matematika yang telah Anda foto tersebut di
layar dengan warna merah. Untuk mengetahui pembahasan atau langkah-langkah dari
jawaban yang ada, Anda cukup menekan tombol Steps pada aplikasi PhotoMath dan
proses pemecahan soal matematika akan ditampilkan.
Dari segala
pengembangan yang telah dilakukan oleh MicroBlink, PhotoMath memang memiliki
banyak kelebihan seperti sistem PhotoMath yang bekerja secara real-time.
Dengan sistem ini pengguna akan memperoleh respon cepat dan instan untuk
jawaban soal matematika Anda sesaat setelah Anda selesai memindai soal
matematika dengan smartphone. Namun dibalik
segala kecanggihannya, ternyata aplikasi PhotoMath masih menyimpan sebuah
kekurangan. Kelemahan dari aplikasi ini adalah pada saat proses pemindaian,
pengguna haruslah melakukannya dengan baik dan benar. Karena jika tidak,
PhotoMath tidak akan berjalan sempurna. Akibatnya, mungkin saja jawaban yang
muncul tidak akurat.
Selain, photoMath masih ada beberapa aplikasi yang menrapkan teknologi AI untuk pembelajaran matematika. Seperti yang ditampilakn pada video berikut.
Selain, photoMath masih ada beberapa aplikasi yang menrapkan teknologi AI untuk pembelajaran matematika. Seperti yang ditampilakn pada video berikut.
Hal ini terjadi karena akan ada angka atau simbol yang
tak tertangkap kamera smartphone. Alhasil, jawabannya pun bukan tidak mungkin
akan berbeda atau salah dari yang seharusnya. Mengetahui akan kekurangan ini,
MicroBlink masih terus berupaya meningkatkan level keakuratannya untuk mampu
memindai soal dari beragam media dan teknik penulisan.
Dari artikel yang disajikan di atas, ada 3
permasalahan bagi penulis yang dianggap penting untuk dipaparkan yaitu:
- AI memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, dilihat dari aspek ini apa saja yang perlu dipersiapkan oleh siswa,guru bahkan pemerintah pada penerapan AI dalam pembelajaran di Indonesia?
- Apakah ada pengaruh terhadap Psikologi siswa pada penggunaan AI dalam pembelajaran matematika?
- Jelaskan Penerapan AI seperti apa yang memberikan dampak negatif kepada siswa? Bagaimana cara mencegah/mengatasinya?
Daftar Pustaka
Rich,E.,Knight,K.1991.Artifical
Intelegence.Singapore:Mc.Graw-Hill Book Co.
Yunus.2013.Kecerdasan
Buatan AI.http://yunuspti.blogspot.com/2013/12/kecerdasan-buatan-ai-dan-ar.html (Diakses
pada tanggal 10 September 2018)
Ardianto.2017.Aplikasi
kecerdasan buatan dalam bidang. http://lilomulyoardianto.blogspot.com/2017/10/aplikasi-kecerdasan-buatan-dalam-bidang.html (Diakses
pada tanggal 10 September 2018)
Pratikno.2017.
Implementasi Artificial Intelligence dalam Memetakan Karakteristik, Kompetensi,
dan Perkembangan Psikologi Siswa Sekolah Dasar Melalui Platform Offline http://www.researchgate.net/publication/326587213_implementasi_Artificial_Intelegence_dalam_Memetakan_Karakteristik_dan_Perkembangan_Psikologi_Siswa_Sekolah_Dasar_Melalui_Platform_Offline (Diakses
pada tanggal 10 September 2018)
Indotelko. 2018. Prinsip AI. https://www.indotelko.com/kanalc=id&it=6-prinsip-ai (diakses tanggal 10 september 2018)

Menurut saudari maya, apa saja masalah yg kompleks pada dunia pendidikan di Indonesia sehingga menjadi penyebab mengapa teknologi termasuk AI yg telah lama berkembang di luar negeri menjadi sulit diadopsi dinegara kita?
BalasHapusTrmakasih atas pertanyaannya, Masyarakat Indonesia jarang terlibat langsung dalam pengembangan iptek,Kurangnya inovasi teknologi yang berarti di dalam masyarakat indonesia sendiri,dalam pendidikan masih kurangnya sarana pendukung pembelajaran berbasis ICT d sekolah
BalasHapusApakah kecanggihan AI ke depannya nanti akan memusnahkan umat manusia?
BalasHapusAdapun sejumlah petinggi perusahaan teknologi dan beberapa ilmuwan, mengaku khawatir dengan keberadaan kecerdasaan buatan. Di antaranya seperti Elon Musk dan Stephen Hawking.
BalasHapusMenurut Hawking, kecerdasan buatan bisa berdampak negatif pada sektor pekerjaan--khususnya pekerjaan kelas menengah.
Dari pandangan tersebut, ancaman terhadap musnahnya manusia bs terjadi, musnah dalam arti kata, manusia tidak menjadi produktif lagi dalam beraktivitas. Bahkan pkerjaannya bisa di kerjakan dengan cepat bahkan hasilnya lebih baik daripada manusia. Namun, hal tersebut tidak kita inginkan. Ada enam prinsip yang menjadi jantung pengembangan dan penyebaran solusi yang didukung oleh AI. Pertama, privasi dan keamanan. Seperti teknologi awan lainnya, sistem AI harus mematuhi undang-undang privasi yang mengatur tentang pengumpulan, penggunaan, dan penyimpanan data, dan memastikan bahwa informasi pribadi yang digunakan sesuai dengan standar privasi dan dilindungi dari penyalahgunaan atau pencurian.
"Kedua, transparansi. Karena AI semakin memengaruhi kehidupan setiap orang, kita harus memberikan informasi kontekstual tentang bagaimana sistem AI beroperasi sehingga masyarakat dapat memahami bagaimana keputusan dibuat dan lebih mudah dalam mengidentifikasi potensi bias, kesalahan, dan hasil yang tidak diinginkan," tutur dia.
Ketiga, keadilan. Ketika sistem AI membuat keputusan tentang perawatan medis atau pekerjaan, misalnya, mereka harus membuat rekomendasi yang sama untuk semua orang dengan gejala atau kualifikasi serupa.
Kemudian, keandalan. Sistem AI harus dirancang untuk dapat beroperasi dalam parameter yang jelas dan menjalani pengujian yang ketat untuk memastikan bahwa mereka merespons dengan aman dalam situasi yang tidak terduga dan tidak berevolusi dengan cara yang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Masyarakat harus memainkan peran penting dalam membuat keputusan tentang bagaimana dan kapan sistem AI harus dikerahkan. "Kelima, inklusivitas. Solusi AI harus dapat mengatasi berbagai kebutuhan dan pengalaman manusia melalui praktik desain yang inklusif dalam mengantisipasi hambatan potensial dalam produk atau lingkungan yang dapat secara tidak sengaja mengucilkan seseorang," ujarnya.
Keenam, akuntabilitas. Orang yang mendesain dan memasang sistem AI harus bertanggung jawab bagaimana sistem mereka beroperasi.
Keren may....bisa g ya AI kita pke d sekloah kita...kira2 apa ya dampak positif n negatif nya...dan apa kendalanya...?
BalasHapusPada saat ini teknologi banyak membuat dampak negatif terhadap kecerdasan seseorang ataupun siswa. Contohnya yaitu siswa yang titik fokusnya berkurang dalam hal belajar. Banyak yang bermain gadget saat proses pembelajaran berlangsung. Karena titik fokusnya hanya beberapa menit dan ketika itu seorang itu menghilangkan rasa bosan dengan bermain gadget. Inilah yang membuat banyak siswa atau mahasiswa yang merasa kurang dalam pemahaman saat pembelajaran. Karena kurangnya focus dalam belajar.
HapusDalam pendidikan AI sangat berperan dalam menyampaikan segala informasi dan pengelaman belajar yang akan membuat peoses belajar mengajar lebih efektif. Dengan menggunakan media-media pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan prinsip- prinsip dan teknik-teknik artificial intelligence, pebelajar/learner dapat belajar tanpa harus berhadapan langsung berhadapan dengan guru, dan informasi dalam media-media pendidikantentunya akan lebih mempermudah dan meringankan tugas guru/pendidik dalam mentransformasikan ilmu dan pengalaman belajar mereka terhadapa peserta didik. Jadi dapat pula dikatakan bahawa aplikasi kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan yang bertindak sebagai partner bagi pelajar atau mahasiswa dalam mempelajari suatu bidang.
Salah satu produk AI yg mudah d gunakan sudah ada, bisa kita terapkn d sekolah seperti aplikasi photomath dsb. Tentu ad hal2 yang d persiapkan seperti koneksi internetnya lancar, komputer atau sistem android memadai untk digunakan siswa dan guru serta guru mengarahkan dan mengkondisikan siswa dalam pmbljaran berbasis ICT ini.
Hapusdampak negatif bagi siswa ada, salah satu nya siswa menjadi malas dalam menyelesaikan soal, karena mereka berpikir bisa secara cepat menyelesaikan soal dengan teknologi Al seperti aplikasi photomath tersebut. cara mengatasi nya: 1. guru harus memberikan arahan tentang penggunaan aplikasi tersebut agar jangan disalah gunakan 2. orang tua juga harus mengingatkan agar anak tidak semaunya menggunakan aplikasi tersebut jika mereka tidak mencoba untuk mempelajari pemecahan masalah dari aplikasi tersebut.
BalasHapusTerima kasih, Artikelny Sangat membantu dalam memahami AI...untuk bidang keilmuan lain AI ini cocokny untuk materi apa ya?
BalasHapusDalam materi biologi bisa juga.softwre cognii misalnya. Pada aplikasi itu ada pnjelasan bagaiman proses tunbuhan berfotosintesis dilengkapi dengan animasi.
HapusKeren artikelnya..semoga bermamfaat utk pembaca dan bisa di aplikasikan di sekolah.
BalasHapusTrmksih kelana.. Smga pnulis dpt menyajikan artikel lain yg brmnfaat bagi pembaca
HapusSepertinya saya pernah melihat teknilogi ini dalam salah satu drama korea. Meskipun saya belum pernah memanfaatkan teknologi ini, sepertinya akan memberikan dampak negatif yang lebih besar utk peserta didik.
BalasHapusNamun, kita tidak bisa menghindari kemunculan teknologi yang semakin pesat dan keberadaanya dalam kehidupan kita. Butuh proses yang panjang supaya teknologi ini berdampak positif bagi peserta didik
HapusSaat ini K13 mengedepankan HOTS dalam pemecahan masalah. Bagaimana peran AI dalam hal ini? Karena AI menawarkan kemudahan sedangkan HOTS menuntut siswa untuk berpikir menggunakan nalar.
BalasHapusHOTS dalam pemecahan masalah membutuhkan kreativitas untuk mengolah informasi untuk mendapatkan solusi.ditinjau dari perbedaannya, kecerdasan alami(manusi) memiliki kreativitas dalam memecahkan masalah sdangkan AI tidak demikian. Sebab, data-data yg ada di AI bergantung pada manusia. Peran AI disini sebagai pendukung untuk melakukan kalkulasi misalnya, sedangkan apa yang harus dilakukan, algoritma seperti apa yang digunakan tetaplah kecerdasan manusia iti sendiri yang diutamakan
HapusPada salah satu penerapan Al yaitu aplikasi photomath, menurut penulis positif/tidak jika dilakukan dalam jangka panjang dan terus menerus, berikan penjelasan ?
BalasHapusMenurut saya... Tergantung penggunaan photomath itu seperti apa. Selagi siswa sadar photomath untuk membantu menyelesaikan masalah dan membantu mengecek pekerjaannya, tanpa mengesampingkan pemahaman terhadap konsep matematika maka tidak masalah photomath digunakan terus menerus
HapusDari dua arah pengembangan AI, manakah yang lebih baik antara 1 dan 2?
BalasHapusKemudian bagaimana porsi pembagian kita yang mengarahkan untuk belajar secara konvensional dan dengan menggunakan AI...
Terima Kasih....😊
Dari dua arah pengembangan AI, manakah yang lebih baik antara 1 dan 2?
BalasHapusKemudian bagaimana porsi pembagian kita yang mengarahkan untuk belajar secara konvensional dan dengan menggunakan AI...
Terima Kasih....😊