DESIGN
PEMBELAJARAN BERBASIS AI
MATERI : PROGRAM LINEAR
KOMPETENSI DASAR
3.2 Menjelaskan program linear dua variabel dan metode penyelesaiannya
4.2 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua variabel
3.2 Menjelaskan program linear dua variabel dan metode penyelesaiannya
4.2 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua variabel
INDIKATOR :
1. Menentukan nilai optimum dari fungsi objektif
2. Menyelesaikan program linear dari masalah kontekstual
1. Menentukan nilai optimum dari fungsi objektif
2. Menyelesaikan program linear dari masalah kontekstual
Aplikasi pendukung untuk program linear sebenarnya sudah ada, yaitu lingo. software yang dirancang untuk efisien membangun dan memecahkan linear, nonlinear, dan integer model optimasi. Namun, penulis ingin mengembangkan suatu media pembelajaran untuk program linear yang sifatnya interaktif, dan melibatkan komunikasi antar siswa dan guru menjadi baik, yaitu berupa software proglin mobile. Sebelumnya akan disajikan video penerapan software lingo dalam pemecahan masalah program linear
PROGLIN MOBILE :
Aplikasi yang digunakan dalam
pembelajaran matematika khususnya pada materi program linear. Aplikasi ini
berisi Side-slide berupa langkah-langkah dalam penyelesaian masalah program
linear, seperti slide 1 pemodelan
matematika, slide 2 Gambar daerah himpunan penyelesaian dan titik-titik
pojok dari model mtk pada slide 1, Slide
3 input data untuk menentukan fungsi objektif (max/min).
Proglin mobile terkoneksi secara
online kepada penggunanya, guru dapat terhubung dengan siswa, dan siswa juga
bisa saling terkoneksi. Untuk masuk ke aplisai ini, siswa maupun guru membuat
akun terlebih dahulu sebelum login ke aplikasi ini. Aplikasi ini dapat
digunakan untuk pembelajaran siswa secara individu maupun berkelompok.
Selain siswa dapat lebih mudah
memahami materi dengan cepat,namun siswa juga dapat melalui proses berpikir
dalam menyelesaikan masalah (tidak instant)
Deskripsi :
- Sebelum memulai pelajaran, siswa telah terkondisikan untuk duduk di dalam kelompoknya masing-masing
- Guru menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran
- Guru menyajikan materi pengantar berupa langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah berhubungan dengan program linear
- Guru menyajikan masalah berupa soal cerita yang sebelumnya telah di input oleh guru ke aplikasi proglin mobile ini.
- Siswa secara berkelompok mendiskusikan langkah-langkah penyelesaian masalah program linear dengan menginput data-data yang diperlukan pada slide –slide yang telah disediakan di aplikasi.
- Siswa dan guru membahas hasil diskusi kelompok .Guru menampilkan masing-masing laporan hasil diskusi kelompok
- Design pembelajaran ini cocok diterapkan kepada siswa bergaya belajar visual. Tidak menutup kemungkinan siswa bergaya belajar lainnya (audio,kinestetis) juga dapat mengikuti proses pebelajaran seperti ini.
Permasalahan :
1. Bagaimana guru menerapkan design pembelajaran seprti ini terhadap siswa yang masih gaptek?
2. Apakah menurut pembaca design pembelajaran ini efektif diterapkan ?
2. Apakah menurut pembaca design pembelajaran ini efektif diterapkan ?

permasalahan 1. sebelum guru menerapkan desain pembelajaran berbasis AI (proglin mobile) baiknya guru memberikan pengarahan terlebih dahulu kepada peserta didik agar saat pembelajaran berlangsung peserta didik tidak kebingunggan dengan apa yang disampaikan. terutama bagi siswa yang gaptek, pengarahan harus lebih insentif.
BalasHapusPermasalahan 2: menurut saya efektif diterapkan pada kelas unggul dan siswanya mampu bekerja sama pada kelompok
BalasHapusPermasalahan nomor 2. Menurut saya desain pembelajaran proglin mobile kurang efektif karna dia membutuhkan koneksi internet,jika ada suatu sekolah jaringan internet nya susah bagaimana mereka harus menerapkan AI, apakah ada aplikasi lain yg offline?
BalasHapus* bisa saja diterapkan dengan menggunakan sistem belajar kelompok, kita membagi kelompok anak yang sudah paham menggunakan aplikasi tersebut atau setidaknya memiliki dasar menggunakan internet dan apilkasi.
BalasHapus* efektif diterapkan, karena kalo untuk sat sekarang sedikit sekali sekolah yang tidak memiliki komputer atau proyektor, dan kalaupun ada hanya beberapa dari sebagian besar. jika kita terapkan di kota besar atau wilayah yang mendukung penggunaan internet (fasilitas sarana dan prasarana) maka design pembelajaran yang seperti ini akan sangat membantu baik untuk guru dan untuk siswa.