Teknologi informasi dan komunikasi mempermudah kehidupan manusia. Jika
menggunakan alat teknologi informasi dan komunikasi, dua benua akan terasa tidak berjarak. Kehadiran komputer, internet, telepon seluler, dan berbagai alat teknologi informasi dan komunikasi membuat arus
informasi semakin lancar. Teknologi informasi dan komunikasi sangat dirasakan kebutuhan kepentingannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memuat semua teknologi yang berhubungan dengan penanganan informasi. Penanganan ini meliputi pengambilan, pengumpulan, pengolahan,
penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Jadi, TIK adalah teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan,
penyebaran, dan penyajian informasi.
Perkembangan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan dampak yang sangat signifikan ke semua aspek kehidupan manusia. Perkembangan
ini memiliki dampak semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan ke seluruh dunia menembus batas, jarak, tempat, ruang dan waktu. Pengaruhnya pun meluas keberbagai kehidupan, termasuk bidang pendidikan.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information and Communication Technology (ICT) di dunia pendidikan, telah mengakibatkan semakin vmenyempitnya dan bahkan meleburnya dimensi “ruang dan waktu” yang selama ini menjadi faktor penentu kecepatan dan keberhasilan penguasaan ilmu dan teknologi oleh umat manusia. Berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan senantiasa.
Sistem pembelajaran berbasis TIK ini merupakan revolusi terakhir atau kelima dalam sistem pembelajaran. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Eric Ashby
dalam Rusman dkk, revolusi yang
terjadi itu adalah sebagai berikut :
1. Revolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru baik itu di padepokan, perguruan, pesantren atau sekolah.
2. Revolusi kedua terjadi ketika tulisan untuk keperluan pembelajaran. Melalui tulisan ini dapat membuka akses yang sangat luas, sehingga informasi dapat disimpan dan dipanggil kembali.
3. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak, seperti buku teks, modul, majalah dan lain-lain.
4. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik dalam kegiatan pembelajaran seperti radio, tape recorder dan televisi untuk pemerataan dan perluasan pendidikan.
5. Revolusi kelima yaitu saat ini dengan pengemasan dan pemanfaatan teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran. Khususnya teknologi komputer dan internet untuk kepentingan peningkatan Kegiatan pembelajaran.
Terkait dengan Perubahan Paradigma Pembelajaran, BSNP merumuskan 16 prinsip pembelajaran yang harus dipenuhi dalam proses pendidikan abad ke-21, yaitu:
(1) dari berpusat pada guru menuju
berpusat pada pesrta didik,
2) dari satu arah menuju interaktif,
(3) dari isolasi menuju lingkungan jejaring,
(4) dari pasif menuju aktif-menyelidiki,
(5) dari maya/abstrak menuju konteks
dunia nyata,
(6) dari pribadi menuju pembelajaran
berbasis tim,
(7) dari luas menuju perilaku khas
memberdayakan kaidah keterikatan,
(8) dari stimulasi rasa tunggal menuju
stimulasi ke sehala penjuru,
(9) dari alat tunggal menuju alat
multimedia,
(10) dari hubungan satu arah bergeser
menuju kooperatif,
(11) dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan,
(12) dari usaha sadar tunggal menuju
jamak,
(13) dari satu ilmu dan teknologi bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak,
(14) dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan,
(15) dari pemikiran faktual menuju kritis, dan
(16) dari penyampaian pengetahuan
menuju pertukaran pengetahuan.
Pada inovasinya, Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Di sinilah peran guru untuk membuat kurikulumnya sendiri yang dapat membuat peserta didik beajar secara aktif.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin popuper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media TIK khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Sejalan dengan perkembangan TIK itu sendiri pengertian e-learning menjadi lebih luas yaitu pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, video tape, transmisi satellite atau komputer (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).
Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruc-tion), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning System), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan sebagainya.
Daribartikel di atas, permasalahan yg dikemukakan oenulis adalah
1. bagaimana menyadarkan guru2 yang blum melek teknologi untk sadar manfaat teknologi dalam pembelajaran, yang msih menganggap oembelajaran konvensional lebih baik?
2. Pada tingkatan usia brp siswa sebaiknya d perkenalkan dengan pembelajran dg ict?
Daftar pustaka
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://media.neliti.com/media/publications/164486-ID-sistem-pembelajaran-berbasis-teknologi-i.pdf&ved=2ahUKEwiJnJ7fpNneAhWHpI8KHUf2AlwQFjAEegQICBAB&usg=AOvVaw1eHRkDjrzWfor9HIdPefFH
https://habibadnan.wordpress.com/2010/12/20/inovasi-kurikulum-pembelajaran-berbasis-ict-information-communication-technology-di-sekolah/
permaslahan no 2.
BalasHapusPenelitian oleh Haugland tahun 1992 menunjukkan bahwa anak usia 3-4 tahun yang telah menggunakan komputer untuk mendukung kegiatan belajarnya mempunyai tingkat perkembangan yang lebih besar dibandingkan dengan anak yang tidak mempunyai pengalaman dengan komputer. Tingkat perkembangannya ini menyangkut kecerdasan, keterampilan verbal dan nonverbal, pengetahuan struktural, ingatan jangka panjang, ketangkasan manual, penyelesaian masalah, abstraksi, dan kemampuan konseptual.
anak berusia prasekolah (sekitar usia 3 tahun ke atas) untuk mengenalkan anak dengan media elektronik. Pada usia ini, anak dapat diperkenalkan pada teknologi untuk membantunya belajar. Konten pendidikan pada media elektronik dapat menjadi cara untuk melatih anak mengembangkan idenya dan membantu menyuguhkan gambar dan suara yang dapat menjadi media pembelajaran anak.
BalasHapus